Senin, 22 November 2010
Selasa, 09 November 2010
Air Mata Yang Menuntun Ke Surga
| Air Mata Yg Menetes. Photo By Aly |
Menangis itu indah, sehat, dan simbol kejujuran. Pada saat yang tepat, menangislah sepuas-puasnya dan nikmatilah karena tidak selamanya orang bisa menangis. Orang-orang yang suka menangis sering kali dilabeli sebagai orang cengeng. Cengeng terhadap Sang Khalik adalah positif dan cengeng terhadap makhluk adalah negatif.
Orang-orang yang gampang berderai air matanya ketika terharu mengingat dan merindukan Tuhannya, air mata itu akan melicinkannya menembus surga. Air mata yang tumpah karena menangisi dosa masa masa lalu akan memadamkan api neraka.
Hal ini sesuai dengan hadis Nabi, “Ada mata yang diharamkan masuk neraka, yaitu mata yang tidak tidur semalaman dalam perjuangan fisabilillah dan mata yang menangis karena takut kepada Allah.”
Seorang sufi pernah mengatakan, jika seseorang tidak pernah menangis, dikhawatirkan hatinya gersang. Salah satu kebiasaan para sufi ialah menangis. Beberapa sufi mata dan mukanya menjadi cacat karena air mata yang selalu berderai.
Tuhan memuji orang menangis. “Dan, mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.” (QS Al-Isra’ [17]:109). Nabi Muhammad SAW juga pernah berpesan, “Jika kalian hendak selamat, jagalah lidahmu dan tangisilah dosa-dosamu.”
Ciri-ciri orang yang beruntung ialah ketika mereka hadir di bumi langsung menangis, sementara orang-orang di sekitarnya tertawa dengan penuh kegembiraan. Jika meninggal dunia ia tersenyum, sementara orang-orang di sekitarnya menangis karena sedih ditinggalkan.
Tampaknya, kita perlu membayangkan ketika nanti meninggal dunia, apakah akan lebih banyak orang mengiringi kepergian kita dengan tangis kesedihan atau dengan tawa kegembiraan.
Jika air mata kerinduan terhadap Tuhan tidak pernah lagi terurai, apalagi jika air mata selalu kering di atas tumpukan dosa dan maksiat, kita perlu segera melakukan introspeksi. Apakah mata kita sudah mulai bersahabat dengan surga atau neraka. (sumber: Republika, Red: Budi Raharjo
Rep: Oleh Prof Nasaruddin Umar)
Senin, 08 November 2010
Menata Hati Untuk Mengharap Pahala Ilahi
![]() |
| Menata Hati Mengharap Pahala Ilahi |
Di antara sarana yang paling bermanfaat untuk mengusir kegundahan adalah hendaknya anda menata hati untuk tidak meminta ucapan terima kasih atau imbalan kecuali dari Allah. Jika Anda berbuat baik untuk orang yang mempunyai atau yang tidak mempunyai hak atas diri anda, sadarilah bahwa itu adalah hubungan 'ubudiyyah anda dengan Allah. Karenanya, jangalha anda menaruh perhatian anda pada balasan terima kasih orang yang anda beri suatu jasa atau pemberian itu. Sebagaimana firman Allah dalam menceritakan sikap para hambaNya yang pilihan:
"Sesungguhnya kami memberi makan kepada kamu hanyalah karena mengharap Wajah Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula ucapan terima kasih " (QS. Al-Insan:9)
Prinsip ini lebih ditekankan dalam hubungan anda dengan keluarga, anak-anak dan orang-orang yang jalinan ikatan Anda dengan mereka kuat. Maka, jika anda kuatkan hati anda untuk membuang jauh dari hati Anda tindak buruk dari mereka, berarti anda telah membuat orang tentram(tidak terganggu anda) dan sekaligus anda pun tentram.
HAKIKAT WANITA
WANITA adalah modal kebanggaan. Jilbab merupakan sandaran kepribadian wanita, bukan sarana keterbelakangan wanita di tengah masyarakat. Jilbab merupakan taman suci dan benteng aman bagi kaum wanita. Secara umum, manusia menyembunyikan setiap sesuatu yang bernilai agar terjaga dari jamahan tangan-tangan yang bukam pemiliknya. Wahai wanita, tutupilah dirimu dengan jilbab agar rahasia-rahasia keberadaanmu tidak kehilangan nilai! Jilbab merupakan busana tubuhmu. Rasul mulia saw membawa jilbab sebagai cinderamta bagimu supaya engkau sampai pada rasa aman dengan mengenakannya dan menampakkan diri di tengah masyarakat secara bebas dengan penuh keanggunan. Daya tarik keberadaanmu jangan menjadi sebab berkembang-biaknya ''mikroba'' dan ''bakteri'' masyarakat yang mengancam hakikat dan keberadaanmu; serta menyeretmu kepada kerusakan dan kehancuran. Jilbab adalah kerang dan engkau mutiara berharga di dalamnya. Jilbab menampakkan kepribadian nyata wanita, membatasi keindahan fisik, serta memberikan kebebasan kepada jiwa dan akal (wanita). Anti-jilbab berarti menutupi hakikat wanita dan menciptakan daya tarik seksual dalam busana. Anti-jilbab merupakan ''mikroba'' masyarakat yang menjangkiti serta merusak jiwa dan pikiran manusia. Jilbab merupakan modal besar bagi kaum wanita. Hendaknya wanita menjalankan peran penting ini dengan memasang ''tirai hitam'' di depan mata penuh nafsu dan tidak memberikan kesempatan kepadanya. Sepatutnya wanita memusatkan modal keberadaan dirinya dalam lingkaran kehangatan keluarga. Apabila Allah Yang Mahatinggi mewajibkan jilbab bagi wanita, hal itu dikarenakan wanita merupakan satu makhluk yang indah dan menakjubkan. Dengan jilbab inilah Dia hendak menyatakan, wanita adalah satu makhluk terhormat, bukan sekedar sarana pemuas hawa nafsu.
TIPS MENJAGA SHOLAT SHUBUH
- Ikhlaskan niat karena Allah, dan berikanlah hak-hak-Nya
- Bertekad dan introspeksilah diri Anda setiap hari
- Bertaubat dari dosa-dosa dan berniatlah untuk tidak mengulangi kembali
- Perbanyaklah membaca doa agar Allah memberi kesempatan untuk shalat Subuh
- Carilah kawan yang baik (shalih)
- Latihlah untuk tidur dengan cara yang diajarkan Rasulullah saw (tidur awal; berwudhu sebelum tidur; miring ke kanan; berdoa)
- Mengurangi makan sebelum tidur serta jauhilah teh dan kopi pada malam hari
- Ingat keutamaan dan hikmah Subuh; tulis dan gantunglah di atas dinding
- Bantulah dengan 3 buah bel pengingat(jam weker; telpon; bel pintu)
- Ajaklah orang lain untuk shalat Subuh dan mulailah dari keluarga
PerasaanQ saat ini
HatiQ. . .
Artikel dibawah ini adalah perasaan yg aku rasakan saat ini. diriQ sangat tertarik saat aku ketemu dengan dia tapi aku gag ngerti apakah dia juga sebaliknya seperti yg aku rasakan. .
sampek namanya dia telah Q abadikan di website ini.
huft. . .cinta. . .oh cinta. . .
sampek namanya dia telah Q abadikan di website ini.
huft. . .cinta. . .oh cinta. . .
bersambung. . . .
Langganan:
Postingan (Atom)



