Senin, 08 November 2010
HAKIKAT WANITA
WANITA adalah modal kebanggaan. Jilbab merupakan sandaran kepribadian wanita, bukan sarana keterbelakangan wanita di tengah masyarakat. Jilbab merupakan taman suci dan benteng aman bagi kaum wanita. Secara umum, manusia menyembunyikan setiap sesuatu yang bernilai agar terjaga dari jamahan tangan-tangan yang bukam pemiliknya. Wahai wanita, tutupilah dirimu dengan jilbab agar rahasia-rahasia keberadaanmu tidak kehilangan nilai! Jilbab merupakan busana tubuhmu. Rasul mulia saw membawa jilbab sebagai cinderamta bagimu supaya engkau sampai pada rasa aman dengan mengenakannya dan menampakkan diri di tengah masyarakat secara bebas dengan penuh keanggunan. Daya tarik keberadaanmu jangan menjadi sebab berkembang-biaknya ''mikroba'' dan ''bakteri'' masyarakat yang mengancam hakikat dan keberadaanmu; serta menyeretmu kepada kerusakan dan kehancuran. Jilbab adalah kerang dan engkau mutiara berharga di dalamnya. Jilbab menampakkan kepribadian nyata wanita, membatasi keindahan fisik, serta memberikan kebebasan kepada jiwa dan akal (wanita). Anti-jilbab berarti menutupi hakikat wanita dan menciptakan daya tarik seksual dalam busana. Anti-jilbab merupakan ''mikroba'' masyarakat yang menjangkiti serta merusak jiwa dan pikiran manusia. Jilbab merupakan modal besar bagi kaum wanita. Hendaknya wanita menjalankan peran penting ini dengan memasang ''tirai hitam'' di depan mata penuh nafsu dan tidak memberikan kesempatan kepadanya. Sepatutnya wanita memusatkan modal keberadaan dirinya dalam lingkaran kehangatan keluarga. Apabila Allah Yang Mahatinggi mewajibkan jilbab bagi wanita, hal itu dikarenakan wanita merupakan satu makhluk yang indah dan menakjubkan. Dengan jilbab inilah Dia hendak menyatakan, wanita adalah satu makhluk terhormat, bukan sekedar sarana pemuas hawa nafsu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


tuah pacare dewe di pajang....
BalasHapus